Obat Herbal Kusta

Obat Herbal Kusta, Penyebab dan Gejalanya,- Selamat datang di website Jamu Obat Herbal. Pernah mendengar tentang penyakit Kusta sebelumnya? Jika belum, mari simak ulasan selengkapnya mengenai Kusta, serta penyebab dan gejala dari Kusta tersebut. Berikut selengkapnya.

Obat Herbal Kusta

Obat Herbal Kusta, Penyebab dan Gejalanya

Mengenai apa itu Kusta.

Obat Herbal Kusta,- Kusta atau dikenal juga sebagai lepra/penyakit Hansen, adalah sejenis penyakit yang menyerang beberapa bagian tubuh diantaranya kulit, sistem saraf perifer, mata, selaput lendir di saluran pernapasan bagian atas. Akibat dari Kusta, penderitanya mengalami luka di kulit, kerusakan pada saraf, mati rasa dan otot melemah.

Penyebab Kusta berasal dari infeksi bakteri bernama Mycobacterium leprae. Bakteri Mycobacterium leprae, berkembang cukup lama di dalam tubuh, kurang lebih 6 bulan sampai 40 tahun. Gejalanya sendiri baru bisa terlihat dalam 1 tahun atau 20 tahun setelah bakteri Mycobacterium leprae mengingeksi tubuh si penderita.

Di Indonesia, penyakit Kusta termasuk cukup tinggi diderita masyarakat. Kusta bukanlah penyakit yang sulit diobati, sayangnya stigma negatif dari masyarakat tentang Kusta, menjadikan penderitanya merasa tidka percaya diri dan terdiskriminasi. Karena hal inilah yang menjadi penyebab penanganan serta pengobatan Kusta terlambat.

Tanda-tanda Kusta dan Gejalanya.

Obat Herbal Kusta,- Walaupun gejala dari Kusta sangat lambat dirasakan penderitanya namun sejumlah tanda-tanda berikut ini bisa terjadi pada penderita Kusta. Diantaranya :

  • Muncul luka, namu ntidak terasa sakit.
  • Muncul lesi pucat, kemudian menebal pada kulit.
  • Mengalami mati rasa terhadap sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan perubahan suhu.
  • Terjadi kerusakan pada hidung yang menyebabkan masalah kesehatan seperti hidung tersumbat, mimisan, hingga kehilangan tulang hidung.
  • Mata kering dan jarang berkedip hingga mengalami kebutaan.
  • Bulu mata dan alis bisa hilang.
  • Jari-jari menghilang.
  • Kelemahan otot hingga kelumpuhan pada otot tangan dan kaki.
  • Pembesaran saraf di lutut dan siku.
  • Dan lain-lain.

Faktor-faktor berikut ini bisa jadi pemicu seseorang menderita Kusta, yaitu :

  • Faktor kuman atau bakteri penyebab Kusta.

Dari sejumlah penelitian terbukti jika kuman kusta yang masih utuh bentuknya, lebih besar kemungkinan menyebabkan penularan dibandingkan dengan kuman yang tidak utuh lagi. Mycobacterium leprae adalah jenis bakteri tahan asam, yang biasanya berkelompok dan tersebar satu-persatu, hidup dalam sel terutama pada jaringan yang bersuhu dingin. Kuman kusta dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia antara 1 sampai 9 hari tergantung bagaimana suhu atau cuaca dan diketahui jika kuman kusta masih utuh saja yang dapat menyebabkan penularan.

  • Faktor usia.

Penyakit kusta jarang terjadi pada bayi. Risiko Kusta baru akan meningkat sesuai umur. Baru kira-kira di usia 30 tahun dan kemudian menurun. Prevalensinya juga ikut meningkat berdasarkan umur dengan puncak antara usia 30 – 50 tahun dan lalu turun secara perlahan-lahan.

  • Kondisi lingkungan sekitar.

Kondisi lingkungan rumah yang saling berjejal pada umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi rendah atau kemiskinan. Sayangnya, faktor tersebut merupakan faktor penyebab tingginya angka penderita Kusta. Dengan meningkatnya taraf hidup dan memperbaiki imunitas tubuh dengan pola hidup sehat, adalah faktor utama dalam mencegah Kusta.

  • Faktor fisiologi.

Pubertas, infeksi, malnutrisi, monopause, dan kehamilan mengakibatkan perubahan klinis penyakit Kusta.

  • Faktor imunitas.

Sistem imun tubuh yang kuat akan kebal terhadap segala jenis penyebaran penyakit infeksi termasuk Kusta. Sebaliknya, jika sistem kekebalan tubuh rendah, maka tubuhnya bisa rentan terhadap Kusta.

Penanggulangan Kusta dengan metode rehabilitasi medis, sosial, karya dan metide untuk tetap berada dan membaur dengan masyarakat harus dilakukan. Metode ini akan membantu mengembalikan kepercayaan diri penderita Kusta yang berada di tengah-tengah masyarakat. Para medis berharap jika penderita Kusta lebih diterima di masyarakat, tidak dipandang sebelah mata karena kondisinya dan tetap bisa berbaur.

Pemberantasan Kusta di Indonesia juga sudah dilakukan dengan beberapa cara, seperti :

  • Melakukan pengobatan pada penderita.
  • Penemuan terhadap penderita secara dini.
  • Melakukan penyuluhan kesehatan di bidang Kusta.
  • Merehabilitasi penderita Kusta.
  • Meningkatkan keterampilan petugas medis di bidang Kusta.

Penanganan Kusta Melalui Alternatif.

Obat Herbal Kusta,- Hingga saat ini belum ditemukan sebuah alternatif untuk penanganan Kusta termasuk Obat Herbal Kusta. Jadi, disarankan untuk Anda lebih baik memeriksakan kondisi terlebih dahulu ke dokter atau klinik kesehatan dan menjalankan terapi pengobatan sesuai yang disarankan para ahli.

Demikian informasi mengenai Kusta yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa bagikan kembali artikel Obat Herbal Kusta, Penyebab dan Gejalanya melalui sosial media yang Anda punya. Salam sehat 🙂

Tags: